Tepat hari ini dua tahun sudah ku habiskan waktu bersama kursi roda
yang tiap hari selalu menemani langkahku. Dan tepat hari ini pula slide
show masa lalu itu kembali berputar dimemori otakku, slide show yang
sebenarnya sangat menyakitkan, namun entah mengapa ia terus menari nari
dalam benakku. Tahap demi tahap pun ia mainkan sama persis seperti hari
itu. Tidak ada satu bagian pun yang terlewatkan, dan akhirnya sampai pada
bagian dimana tubuh kecilku saat itu di hantam oleh roda roda mini bus
yang melintas di tempat biasa aku menyebrang.Tulang kakiku remuk, sama halnya dengan mimpi dan cita-citaku yang ikut hancur terbawa oleh kencangnya bus sopir mabuk itu. Ini nyata, aku tak mimpi saat itu. Aku merasakan sakitnya, aku menyadari banyaknya orang yang mengelilingiku, bahkan teriakan mereka pun tak luput terdengar di telingaku. Aku merasakan semuanya, tapi entah kenapa mata ini tak kuat untuk memandang mereka, bahkan untuk melihat keadaan diriku sendiripun aku tak bisa, hanya ringkihan yang bisa ku perbuat, ringkihan untuk merasakan sakit yang tepat terasa dibagian betis sebelah kananku.
